Sabtu, 25 Mei 2013
         HOME            PROPERTI             PROFIL             BERITA            KEDIAMAN DAN LANSKAP
  Eksterior          Interior          Taman         Tips         Review           Konsultasi  
Sekilas
Bunga BTN Satu Digit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberlakukan kebijakan baru dengan mengenakan bunga hanya satu digit atau di bawah 10% untuk kredit pemilikan rumah dan apartemen. "Bunga yang dikenakan hanya 9% persen untuk kredit di atas Rp350 juta dan 9,75% untuk kredit di bawah Rp350 juta," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Selasa (10/1/2012). Tingkat bunga baru itu akan diberlakukan untuk masyarakat yang melakukan akad kredit pada Rabu (11/1/2012).

 
Pusat Grosir di Makassar

PT Tosan Permai Lestari akan membangun pusat grosir moderen dan hotel ekonomis di Makassar, Sulawesi Selatan terkait dengan besarnya pangsa pasar di wilayah tersebut. Hanson Basri, dari divisi business development PT Tosan, mengatakan, Rabu (21/9) pusat grosir itu akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas moderen seperti kios grosir yang berstatus, sistem pemadam kebakaran otomatis dan CCTV selama 24 jam.

 
Indonesia Tiga Pembeli Teratas

Indonesia dinilai merupakan salah satu pembeli asing dari properti residential Singapura sejalan dengan situasi di Indonesia kian membaik, terutama dengan stabilitas politik yang terjaga dan ekonomi terus berkembang. Chief Operating Officer, Property Sales, Far East Organisation Chia Boon Kuah dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/9) mengatakan, pembeli asal Indonesia termasuk dalam tiga pembeli asing teratas membeli properti di Singapura.

 
Intiland Bangun Asrella Place

Perusahaan properti PT Intiland Development Tbk (DILD) berencana menawarkan kluster perumahan baru Astrella Place sebanyak 50 unit pada kuartal IV tahun ini. Berada di atas lahan seluas 8 hektare, adalah produk perumahan baru yang berlokasi di Graha Famili di Surabaya. Astrella Place menawarkan empat tipe rumah dengan harga jual minimal Rp2,5 miliar per unit.

 
 
 
Trik Membeli Rumah Oper Kredit

Rumahurban.com: Memiliki rumah sendiri merupakan impian setiap keluarga.Membeli rumah di pasar sekunder (rumah seken/second) dengan fasilitas oper kredit merupakan salah satu alternatif dalam memiliki rumah. Meski kebutuhan mendesak, konsumen harus memiliki kekuatan penawaran harga.Konsumen juga wajib mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya mencari tahu berapa harga pasaran rumah di lingkungan tersebut dan memeriksa keberadaan serta wujud rumah yang akan dibeli.Tujuannya agar tidak membayar terlalu mahal.

Sesuai dengan namanya,dalam transaksi jual-beli rumah secara oper kredit, pihak pembeli akan mengambil alih sisa utang atau kredit pemilikan rumah (KPR) pihak penjual. Dengan kata lain, pembeli akan meneruskan cicilan KPR penjual. Tentu saja, sebelumnya pembeli membayarkan sejumlah uang kepada penjual untuk menukar semua uang muka dan cicilan yang telah dibayarkannya kepada bank dan mengkompensasi peningkatan harga rumah tersebut.

Pada dasarnya ada dua proses yang akan dijalani bila membeli rumah dengan sistem ini, tahap negosiasi dan tahap balik nama. Tahap negosiasi adalah proses negosiasi jumlah nilai alih kredit yang harus dibayar sebagai pembeli kepada pihak penjual. Pada tahap balik nama terkait dengan proses penyelesaian administrasi dan legalisasi pengambilalihan kredit rumah atas nama debitor lama kepada debitor baru.

Kepala Riset Jones Lang La Salle Indonesia Anton Sitorus mengatakan, bukan hanya masyarakat menengah ke bawah yang melakukan oper kredit,masyarakat menengah ke atas pun kerap melakukannya. Biasanya hal itu terjadi karena ada hal-hal yang menyebabkan masyarakat menjadi kurang mampu membayar cicilan kepada bank.

Dia menjelaskan, kendati tingkat suku bunga cenderung menurun, kondisinya masih belum normal. Hal itu diperparah dengan kondisi perekonomian yang belum membaik sehingga beberapa sektor usaha terpaksa mengurangi tenaga kerjanya. ”Sejumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja terpaksa melakukan oper kredit,” tuturnya.

Sebenarnya oper kredit hanya memindahkan debitor, sedangkan kreditornya tidak berubah.Namun begitu, ada beberapa debitor yang sengaja pindah ke bank lain.Hal itu disebabkan beberapa hal, di antaranya dijanjikan diberikan kemudahan yang lebih baik atau bunga yang lebih rendah.

Ada beberapa hal yang membedakan antara pembelian rumah oper kredit masyarakat menengah atas dan menengah bawah. Biasanya masyarakat menengah bawah membeli rumah oper kredit dengan tujuan mencari rumah yang harganya lebih murah.Bagi masyarakat menengah atas, rumah oper kredit dibeli untuk kepuasan bertempat tinggal.

Ada beberapa alasan bagi masyarakat membeli rumah dengan oper kredit. Salah satunya adalah habisnya stok rumah di kawasan hunian tersebut. Padahal lokasi kawasan huniannya sangat diminati untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Karena itulah, sebagian masyarakat terus melakukan pemantauan seraya berharap ada penghuni yang menjualnya kembali atau oper kredit.

Selain itu,bisa juga disebabkan pengembang yang membangun kawasan hunian tersebut.Biasanya kawasan hunian yang dibangun pengembang telah memiliki nama besar sehingga akan terus dicari masyarakat,baik untuk dipergunakan sendiri atau sebagai hadiah kepada keluarganya. Hal itu biasa terjadi di beberapa perumahan menengah atas.

Direktur Indonesia Property World Ali Tranghanda menjelaskan, pembelian rumah secara oper kredit bukan hanya disebabkan gagal bayarnya masyarakat, bisa juga karena keinginan sebagian masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dari tingkat bunga. ”Tentu tidak sembarangan orang bisa melakukan hal itu untuk kepentingan investasi. Sebab, harus bisa memprediksi tingkat suku bunga pada beberapa bulan kemudian,” paparnya.

Kecenderungan gagal bayar biasanya terjadi pada unit rumah yang harganya sekitar Rp250 juta ke bawah. Rumah seharga itu cenderung dibeli masyarakat menengah yang pendapatannya rentan dengan kondisi perekonomian. Biasanya harga rumah oper kredit sangat relatif lebih rendah dibandingkan harga rumah baru. Ini karena pemilik rumah ingin segera menjual rumahnya agar segera terbebas dari berbagai tagihan dari bank yang jumlahnya terus membengkak. ”Tentunya hal ini merupakan alternatif terakhir yang dilakukan masyarakat,” tuturnya.

Karena harga jualnya lebih rendah, tidak heran kalau cukup banyak masyarakat yang memilih membeli rumah oper kredit.Apalagi sejumlah bank “sengaja” memberikan waktu lebih kepada masyarakat yang mulai kesulitan membayar cicilannya untuk mencari pembeli rumah tersebut. Hal itu dilakukan agar bank bisa terhindar dari kerugian. ”Harganya pasti jauh lebih murah,”sebutnya. (Seputar Indonesia/RU)

 
   

Tentang kami   |  Iklan   |  Kontak
Copyright © 2011. All Rights Reserved